Beberapa Penyebab Kelelahan Berkepanjangan yang Perlu Diperhatikan

Beberapa Penyebab Kelelahan Berkepanjangan yang Perlu Diperhatikan

Apakah Anda mengalami kelelahan berkepanjangan, meski telah beristirahat?

Mengutip WebMD, Kelelahan mungkin kondisi umum setelah beraktivitas fisik atau saat tubuh mengalami flu, tetapi akan pulih segera.

Kelelahan berkepanjangan yang konstan bisa disebabkan oleh banyak masalah kesehatan yang mungkin lebih parah.

Dalam banyak kasus, kelelahan berkepanjangan yang konstan disebabkan oleh penyakit, seperti :

1. Anemia

Mengutip Prevention, kelelahan berkepanjangan yang disebabkan oleh anemia terjadi karena tubuh Anda kekurangan sel darah merah, yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan dan sel.
Jika penyebab kelelahan berkepanjangan Anda adalah anemia, gejalanya bisa diikuti dengan kondisi berikut :
> Sesak napas
> Sulit tidur
> Kurang konsentrasi
> Detak jantung cepat
> Nyeri dada
> Sakit kepala

Sementara itu, anemia bisa terjadi karena Anda :
> Kekurangan zat besi atau vitamin
> Kehilangan banyak darah
> Mengalami pendarahan internal
> Menderita penyakit kronis, seperti kanker dan gagal ginjal

2. Penyakit tiroid

Mengutip Prevention, penyakit tiroid terjadi ketika produksi hormon di kelenjar tiroid Anda tidak normal. Kelelahan berkepanjangan karena hormon tiroid berfungsi untuk mengontrol metabolisme tubuh Anda.

Jika Anda mengalami kelelahan karena kondisi kesehatan di atas, Anda memerlukan perawatan medis jangka panjang, tidak sekedar istirahat.

Terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme), metabolisme akan meningkat. Sedangkan, terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme), metabolisme akan melambat.

Jika penyebab kelelahan berkepanjangan Anda hipertiroidisme, gejalanya bisa diikuti dengan kondisi berikut :
> Kelemahan otot
> Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
> Merasa tubuh hangat sepanjang waktu
> Detak jantung meningkat
> Rasa haus meningkat
> Aliran menstruasi yang lebih sedikit

Jika penyebab kelelahan berkepanjangan Anda hipotiroidisme, gejalanya bisa diikuti dengan kondisi berikut :
> Ketidakmampuan berkonsentrasi
> Nyeri otot, bahkan dengan aktivitas ringan
> Penambahan berat badan karena retensi air
> Merasa dingin sepanjang waktu (bahkan dalam cuaca yang lebih hangat)
> Sembelit
> Aliran menstruasi yang lebih banyak

3. Diabetes tipe 2

Mengutip Prevention, diabetes tipe 2 menyebabkan kelelahan berkepanjangan karena tubuh tidak bisa menggunakan glukosa dalam darah secara maksimal.

Glukosa adalah bahan bakar yang membuat tubuh Anda memiliki energi untuk beraktivitas.

Glukosa yang tidak bisa dimanfaatkan optimal oleh tubuh Anda, akhirnya hanya menumpuk di dalam darah menjadi penyakit diabetes.

Tanda energi yang cukup, penderita diabetes akan mengalami kelelahan berkepanjangan.

Jika penyebab kelelahan berkepanjangan Anda adalah diabetes tipe 2, Anda akan mengalami gejala lainnya, seperti berikut :
> Memiliki rasa haus yang berlebihan
> Sering buang air kecil
> Mudah lapar
> Penurunan berat badan
> Mudah marah
> Muncul infeksi jamur
> Penglohatan kabur
> Luka sulit sembuh


4. Depresi

Mengutip Prevention, depresi adalah salah satu kondisi mental yang bisa menjadi penyebab kelelahan berkepanjangan Anda.

Depresi didasari oleh rasa sedih yang menumpuk dan tak terobati segera. Itu akan menyebabkan energi Anda menurun drastis.

Depresi adalah penyakit utama yang memengaruhi cara kita tidur, makan, serta merasakan sesuatu tentang diri sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, depresi bisa membuat Anda mengalami kelelahan berkepanjangan diikuti dengan gejala lainnya sebagai berikut :
> Perubahan pola tidur dan makan
> Gangguan memori dan konsentrasi
> Perasaan putus asa dan tidak dihargai
> Pikiran negatif


5. Sindrom kelelahan kronis (CFS)

Mengutip Prevention, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) memiliki gejala utama kelelahan berkepanjangan.

Jika penyebab kelelahan berkepanjangan adalah CFS, Anda akan merasa terlalu lelah hanya untuk melakukan aktivitas normal.

Gejala lainnya yang akan muncul, jika Anda mengalami sindrom kelelahan kronis adalah :
> Sakit kepala
> Nyeri otot dan persendian
> Kelenjar getah bening yang melunak
> Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi


6. Apnea tidur

Kelelahan berkepanjang Anda juga bisa terjadi karena sleep apnea. Mengutip Prevention, sleep apnea adalah gangguan tidur yang terkait dengan masalah pernapasan. Jika Anda mengalami apnea tidur tanpa diobati, Anda akan selalu bangun tidur dengan perasaan lelah, meski istirahat dalam waktu yang lama. Pada jenis yang paling umum, sleep apnea obstruktif, jalan napas bagian atas Anda benar-benar tertutup (kolaps) selama 10 detik atau lebih.

Kondisi ini mencegah otak Anda masuk ke tahap tidur yang lebih dalam, seperti tahap REM. Seseorang dengan apnea tidur obstruktif dapat berhenti bernapas puluhan atau bahkan ratusan kali dalam semalam. Jika Anda mengalami gangguan kesehatan ini sebagai penyebab kelelahan berkepanjangan, gejala lainnya yang bisa terjadi adalah mendengkur. Sleep apnea yang tidak diobati kemudian dapat menyebabkan Anda menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke.


7. Covid-19

Covid-19 juga perlu Anda waspadai menjadi penyebab kelelahan berkepanjangan yang Anda alami. Mengutip Prevention, salah satu gejala Covid-19 yang paling umum adalah kelelahan yang terus-menerus. Kelelahan yang terjadi bisa sangat mengganggu. Beberapa orang yang terinfeksi Covid-19 merasa sangat lelah hingga tidak bisa melewatkan waktu tidur siang. Ini sulit bagi Anda yang sekolah atau bekerja di siang hari. Jika penyebab kelelahan berkepanjangan yang Anda alami adalah Covid-19, gejala lain yang bisa terjadi adalah :
> Kesulitan bernafas (sesak napas)
> Batuk berkepanjangan
> Nyeri sendi atau otot
> Mengalami masalah tidur
> Pusing
> Perubahan indra penciuman dan pengecam


8. Penyakit jantung

Penyakit jantung bisa menjadi penyebab kelelahan berkelanjutan Anda karena biasanya terjadi masalah pada kerja otot pada organ Anda ini.

Mengutip Prevention, penyakit jantung adalah istilah umum untuk berbagai kondisi yang dapat memengaruhi jantung Anda, termasuk penyakit arteri koroner, aritmia, infeksi jantung, dan penyakit otot jantung.

Ada banyak gejala potensial penyakit jantung, kelelahan adalah salah satunya, terutama karena :
> Kardiomiopati (penyakit otot jantung)
> Masalah katup jantung
> Endokarditis (infeksi yang memengaruhi lapisan dalam bilik dan katup jantung)

Jika penyebab kelelahan berkelanjutan Anda penyakit jantung, gejala lainnya meliputi :
> Nyeri dada
> Sesak napas
> Bengkak di kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki
> Perubahan irama jantung


9. Artritis reumatoid

Mengutip Prevention, artritis reumatoid (rheumatoid Arthritis/RA) adalah penyakit autoimun inflamasi yang berdampak pada persendian.

Oleh karena ini, kondisi ini bisa menjadi penyebab kelelahan berkelanjutan Anda. Jika demikian, Anda bisa mengalami gejala lainnya, seperti :
> Nyeri sendi kronis
> Pembengakakan
> Penurunan berat badan
> Demam

Kondisi ini juga dapat mempengaruhi paru-paru, jantung, dan mata.


10. Kanker

Mengutip WebMD, jika Anda mengalami kanker, kelelahan berkepanjangan adalah bagian dari penyakit dan efek samping obat. Kanker bisa menjadi penyebab kelelahan berkepanjangan yang luar biasa. Anda mungkin merasa terlalu lelah untuk bergerak. Kelelahan berkepanjangan bisa terjadi pada berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, usus besar, dan payudara. Jika Anda belum pernah didiagnosis menderita kanker, merasa sangat lelah bisa menjadi gejalanya.

0 Komentar

Lokasi

Bagaimana Layanan Kami?

Puas
Cukup Puas
Tidak Puas
Ditingkatkan lagi
Other

Informasi