Selamat Memperingati Hari Kartini | RS PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA

Selamat Memperingati Hari Kartini | RS PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA

Selamat Memperingati Hari Kartini!
Mari mengingat kembali bagaimana peran perempuan dalam Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memberi ruang yang cukup “maju” bagi perempuan untuk berkiprah di ruang publik. KH. Ahmad Dahlan nampaknya sadar betul akan pentingnya memajukan kaum perempuan, sebelum akhirnya mendirikan Aisyiyah. Sebagai awal langkahnya beliau merekrut enam “Siti” sebagai kader inti yang akan dijadikan pimpinan Aisyiyah kelak. Keenam perempuan tersebut adalah Siti Barijah, Siti Dawimah, Siti Dalalah, Siti Busjro, Siti Wadingah dan Siti Badilah. Dalam perjalanannya, keenam “Siti” inilah menjadi pimpinan inti Aisyiyah yang pertama dengan Siti Barijah dan Siti Badilah sebagai ketua dan sekretaris. (Alfian, 1989 : 172).
Dalam perkembangannya Muhammadiyah memberi ruang atau setidaknya terdapat ruang yang membahas persoalan perempuan sebagai landasan normatif dan teologisnya. Hal ini terdapat dalam : Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Adabul Mar’ah fil Islam, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah dan –sekalipun hanya disebut sekelumit- dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua. Hanya saja tidak ada persoalan perempuan tidak tercantum dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad
Kedua, sebagai salah satu keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta.
Sumber :
pandangan muhammadiyah tentang perempuan http://tarjih.muhammadiyah.or.id
0 Komentar

14 − 6 =

Lokasi

Bagaimana Layanan Kami?

Puas
Cukup Puas
Tidak Puas
Ditingkatkan lagi
Other