Sejarah

PKU MUHAMMADIYAH MAYONG berdiri September 1969 dengan nama BP PKU MUHAMMADIYAH PECANGAAN di Mayong. Tempat operasional di rumah Bp. H.Abdul Majid ( Almarhum ), berjalan dengan baik sampai tahun 1985. Bp. H. Abdul Majid meninggal dunia di Mekah pada waktu menunaikan ibadah haji.

Pasca H. Abdul Majid diteruskan oleh pembantunya yaitu sdr. Kosmanto, karena kurang professional ( SDM rendah ) sehingga BP PKU tidak operasional .

Pada tahun 1989 (September) PCM Mayong rapat menghidupkan lagi , sepakat bapak bapak PCM iuran dan beli obat (Bp. Syumi H, Bp. Chumaidi, Bp. Yusuf dan Bp. Kendar) belanja obat di tempat cik Elly.

Adapun susunan pengurus BP PKU Muhammadiyah Mayong periode baru adalah sbb;

Ketua               : Bp Syumi Harsono

Sekretaris        : Bp M. Yusuf

Bendahara       : Bp H. Chumaidi

Tempat opersional BP PKU Muhammadiyah Mayong dipinjami rumah Bp. Ali Masruri dengan dokter pertama kali dr. Suwindi dari desa Tegowanu Purwodadi  Dengan di Bantu satu karyawan ( Noor Rouf ).

Dalam menjalankan operasional PKU, selalu berkoordinasi dan konsultasi dengan PKU Truko Kendal Dibawah koordinasi dr. H. Nor Yazid. Kemudian ditambah dengan dua orang tenaga dokter (dr. Saftiko, dr. Anwar). PKU berkembang semakin baik setelah ditambah satu orang dokter lagi yaitu dr. Noer Wijayahadi, berkat kegigihan pengurus beserta dr. Noer Wijayahadi (yang tersohor di Mayong ) sehingga tahun 1991 bisa membuat gedung baru yang menjadi wajah PKU yaitu disebelah timur madrasah / SMA M ( atas izin dan perintah dari PCM Mayong ) dan pada bulan juni 1992, gedung diresmikan oleh bupati jepara ( Drs. Bambang Purwadi ) dan malam nya diadakan pengajian umum oleh Drs. KH. Soenardi Sahuri dari Yogjakarta ( pada waktu itu tidak mau disangoni ).

Dilain pihak secara administrasi proses perijinan dapat berjalan mulus, dengan Lobiying pengurus dengan DKK  ( dibantu oleh pegawai DKK Bp. Kusnan ).

Dilain pihak kelompok lain juga mendirikan BP dengan nama Baitul Azis.perjalan terus berjalan BP Baitul Azis tidak begitu laku, sehingga dengan bermacam provokatif  Baitul Azis didekatkan PKU dengan ganti nama BP NU  (dirumah H. Pardi/Senter Gleget)Berkat ridlo Allah PKU semakin jaya, semakin maju dengan dokter  Noer Wijaya pasien perhari mencapai 125 pasien. dan atas persetujuan PCM, PKU disuruh membangun lagi ruang penjaga SMA (tempat tidurnya P. Syukari).

Perjalanan PKU semakin baik, pada waktu itu memang belum banyak saingannya. Dokter Noer Wijaya semakin Kharismatik sehingga ada penilaian BP PKU melayani rawat inap, atas restu PCM, BP PKU boleh menggunakan gedung madrasah, dengan syarat PKU harus membagunkan gedung sebagai gantinya.

PKU membangun gedung dua lokal tingkat  ( 4 lokal ) 90% dibiayai oleh PKU dengan harapan dari PCM gedung tsb dapat digunakan bersama antara madrasah dan SMA.PKU karena puskesmas dibiayai pemda membuka rawat inap maka ada pemikiran dari untuk meningkatkan status dari BP ke RS , sebagai syarat untuk mendirikan RS pengurus mempunyai pemikiran memperluas lahan dan alhamdulillah tahun 2000 membeli tanah milik Bp. Tarom ( sebelah barat PKU ) dengan luas  1750 m2 dan sekarang telah disertifikatkan a/n persyarikatan Muhammadiyah dan tahun 2003 membangun perluasan dengan kontruksi tingkat sudah taraf pengecoran.

Secara administrasi perijinan BP PKU Muhammadiyah Mayong beberapa kali mengalami perpanjangan setiap 3 tahun sekali.dan tahun 2005 telah mendapatkan ijin mendirikan RS  satu tahun bias diperpanjang lagi ,karena Lobiying dan koordinating pengurus dengan Ka. DINKES kabupaten Jepara  (dr. H. Gunawan WS) dan dibantu oleh staf DKK  (bp. Kendar ) ijin mendirikan diulang – ulang karena belum mampu membangun gedung sebagai syarat RS.

Adapun dana yang dipergunakan untuk membangun :

  1. 1. Pinjam bank Muamalat dengan sertifikat Bp Yusuf dan Bp Chumaidi
  2. Dari donator wakaf perkamar 20 juta s/d 25 juta.
  3. Bantuan dari PEMDA, PROVINSI, DEPKES

Berdasarkan hasil muscab 2005, terjadi pergantian pengurus, pengurus baru melanjutkan program-program pengurus lama dan alhamdulillah sudah terbangun dua gedung yang cukup megah yaitu gedung AR. Fahrudin dan gedung Ahmad Dahlan sampai pada instalasi gizi, ruang jenazah.

Pada tahun 2011 ijin sementara  dan pada tanggal 27 april 2011 alhamdulillah ijin tetap RS sudah dimiliki dengan klasifikasi class tipe D kapasitas 50 tempat tidur ).Muhammadiyah cabang Mayong adalah salah satu bagian dari Muhammadiyah Daerah Kab. Dati II Jepara yang mempunyai beberapa ranting menyebar di seluruh wilayah kec. Mayong. Pada tahun 1969 berdasarkan sejarah dan data-data yang ada bahwa Pimpinan Muhammadiyah Cabang Pecangaan mendirikan PKU yang berada di kecamatan Mayong ( Bulan September 1969 ).

Menurut perkembangan operasional, Balai Pengobatan PKU Muhammadiyah Mayong dibagi menjadi 6 periode serta menggunakan ijin operasional yang terbit dari Pemda Jepara yaitu PKU Muhammadiyah Cabang Pecangaan di Mayong sampai pada tahun 1985.

Periode I yaitu tahun 1969 – 1975 merupakan lankah awal pengenalan Balai Pengobatan PKU kepada masyarakat. Pada tahun-tahun tersebut keadaan Muhammadiyah di Mayong belum memiliki banyak anggota  / simpatisan. Masyarakat belum begitu mengenal akan keberadaan BP PKU di daerah Mayong.

Periode II yaitu tahun 1975 – 1985, diasuh oleh Alm H. Abdul Madjid dengan sabar dan mempunyai semangat yang tinggi kemudian dapat mengantarkan PKU Muhammadiyah Mayong lebih dikenal oleh masyarakat ( periode kejayaan tahap I ).

Periode III yaitu tahun 1985 – 1989 merupakan keadaan yang sangat memprihatinkan / terbengkelai karena pelaksana Harian yaitu Bp.H.Abdul Madjid meninggal dunia, sehingga operasional Balai Pengobatan PKU tidak bisa lancar sehingga pasien yang sudah mapan menjadi bubar sampai akhirnya berhenti total.

Periode IV yaitu tahun 1991 – 2005, pada tahun 1991 bulan September beberapa tokoh Muhammadiyah Cabang Mayong dengan ketua PCM H Noor Khamid dan Ketua MPKU Drs HR Syumi Harsono bertekad menghidupkan kembali Balai Pengobatan PKU, sehingga bulan oktober 1991 Balai Pengobatan Umum PKU Muhammadiyah Cabang Mayong Beroperasional kembali dengan modal donator ( tutukan ). Dan bertempat di rumah Bp. Ali Masruri dengan menggunakan perijinan masih yang lama. Pada tahun 1992 pengurus bertekad dan bersemangat memperbaiki perijinan dan mendirikan gedung yang permanen, sehingga pada bulan Juli 1992 terlaksana dengan baik dan diresmikan oleh Bp. Bupati KDH Tingkat II Jepara ( H.Bambang Poerwadi ) dan dilanjutkan pengajian umum oleh Bp. Drs.H. Soenardi Sahuri dari Yogyakarta.

Periode V yaitu tahun 2005 – 2010 (Direktur dr. H. Zakariya ) dengan ketua PCM H. Noorchamid dan Ketua MPKU Bp HM Yusuf, SP adalah periode peralihan, karena pada periode ini terdapat beberapa perubahan antara lain:

  • Persiapan status dari balai pengobatan menjadi Rumah Sakit
  • Pembangunan gedung bagian keperawatan, kamar operasi, ruang bersalin, poli spesialis dan penambahan ruang Rawat Inap Gedung AR. Fahrudin.
  • Penambahan fasilitas antara lain USG, RO, Nebulizer, Blu Light, Vaccum, kuret, perlengkapan operasi dan lain-lain.
  • Pengembangan/ rehab gedung UGD dan pagar Rumah Sakit.
  • Mendapat bantuan ambulance elf dari menteri kesehatan

Periode VI yaitu tahun 2011 – sekarang (Direktur dr. Hj. Titik Sumarni )  dengan Ketua PCM Bp. Noor Aziz dan Ketua MPKU H. Yusuf, SP. adalah periode pengembangan dan proses perijinan menjadi rumah sakit. Adapun beberapa pengembangan tersebut antara lain:

  • Perkembangan Proses Perijinan-Perijinan
  • Telah lulus Akreditasi 5 standar pelayanan dasar
  • Perkembangan pembuatan gedung A. Dahlan, Ruang Bayi Risti, Ruang HCU, Pembangunan ruang Istalasi gizi, Pembangunan Ruang Pemulasaran jenazah,serta IPAL, Total tempat tidur menjadi 52.
  • Mendapat Bantuan Alkes dari Kemenkes senilai 2,4 Milyar tahun 2011
  • Mendapat Bantuan Hibah dari Gubernur Sebesar 100 Juta  tahun 2011
  • Mendapat Bantuan Bed Pasien dan DC Shock dari Kemenkes  tahun 2013
  • Mendapat bantuan rutin  dari bapak bupati setiap 2 tahun.